BEST FILMS I'VE WATCHED IN 2025


Kayaknya gue mau pensiun/hiatus nonton film deh!!!!! Huhuhu!!!!

Gak tau kenapa masuk 2025 itu nggak ada gue nemu film-film bagus yang ada setiap film ga cocok di kepala dan hati gue. Susaaahhh banget bagi gue untuk memberi rating lima buat satu film. Kalo pun ada yang gue favoritin, itu pun seringnya rating cuma tiga/tiga setengah. Gue kayak, bagus sih gue jadi punya selera. Gue tau apa yang pengen gue cari dari film dan gue tau contoh-contoh film apa aja yang menurut gue bagus...Jeleknya!!! Gue jadi menganggap banyak film jelek karena gue udah punya standar itu dan selalu pengen cari yang baru sehingga yang klise kerasa basi di gue!!!! Benci!!!

Anywho, berikut adalah dua puluh film yang gue tonton pertama kali di 2025 yang menurut gue bagus:

1. Unfaithful (2002)


Film yang disutradarai oleh Adrian Lyne ini menunjukkan bagaimana dia harus dikenal sebagai salah satu spesialis sutradara cerita perselingkuhan terbaik yang pernah ada dalam sejarah perfilman. Dari tiga film selingkuh dia yang udah gue tonton, 2/3 nya cocok sama selera gue.

Lewat film ini, Adrian Lyne kembali menegaskan kalau selingkuh itu bisa terjadi begitu saja, tanpa alasan jelas, dan cuma akan terjadi kalau pelaku selingkuh ini nggak punya kontrol diri yang jelek.

Gue bukan tipe orang yang gampang menanamkan diri gue ketika nonton film "Oh, mereka sedang jatuh cinta." begitu pula dengan film selingkuh. Kek, ngapain sih selingkuh? Suami lo manis banget, green flag, family man, Richard Gere ganteng pula. Keluarga yang keliatannya sempurna pun belum tentu bisa mengelak dari kemungkinan berselingkuh.

Bukan cuma berhasil menunjukkan perselingkuhan alami, akting Richard Gere dan Diane Lane juga patut diacungi jempol. Naskahnya punya unsur komedi yang alami dan lucu..dan yang paling gue suka adalah, mereka ga drama. Semua bersikap sesuai porsinya. Dan di pada akhirnya, Richard Gere dan Diane Lane tetap menjadi suami istri yang mungkin hubungan mereka ga akan sama sebelum perselingkuhan itu terjadi, tapi melihat mereka saling menjaga satu sama lain itu yang bikin gue salut lalu suka banget sama film ini.

2. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle (2025)

Bayangkan gimana rasanya jadi gue yang udah lama banget ga menyentuh Demon Slayer, tiba-tiba diajakin nonton Infinity Castle tapi bisa bikin gue nangis sepanjang durasi?!?!? Gue pun ga bisa menjelaskannya.

Kecuali mungkin tepat waktu. Demon Slayer terasa datang di waktu yang tepat dalam kehidupan gue. Sebagai film-anime pertama yang gue tonton di bioskop. Sebagai pemicu emosi gue sampe nangis, gue yang belakangan merasa kurang terhubung secara emosional dengan film-film yang gue tonton sebelumnya. Kebetulan juga film ini soundtracknya musik EDM dan keluarganya, gue juga lagi suka dengerin lagu-lagu Joost yang ajeb-ajeb-gedebag-gedebug itu.

Barulah setelah nonton film ini gue ngejar Demon Slayer; gue tonton ulang anime-nya yang ternyata baru gue tonton sampe bagian Uzui, sekaligus membeli semua seri manga-nya. Bukan sebelum, tapi sesudah.

3. Killers (2010)


Gue mau kalian lupakan film Brad Pitt dan Angelina Jolie dimana mereka jadi mata-mata dan saling sabotase. Killers juga film mata-mata tapi jauh lebih bagus daripada film yang satu itu.

Romansanya dapet, aksinya dapet, komedinya dapet itulah Killers. Melihat Ashton Kutcher yang emang ganteng dan berperan sebagai mata-mata yang karismatik, sangat menyegarkan. Di pasangin sama Katherine Heigl yang cantik (di film 27 Dressess dia ga secantik ini) dan punya kemistri yang baik sama Ashton Kutcher, jauh lebih baik dari pasangan modal tampang di film "yang satu itu". 

4. The First Slam Dunk (2022)


Sebelum Demon Slayer, gue udah nonton ini duluan. Kesamaan antara The First Slam Dunk dengan Demon Slayer adalah, mereka membantu mempererat hubungan gue sama dua orang di kantor lama gue. 

Gue kan hampir selalu nonton film di jam operasional, gak terkecuali The First Slam Dunk yang super, duper, wooper seru itu. Langka banget bagi gue nonton film seseru ini di jam operasional. Kebetulan ada anak kantor yang lewat meja gue dan ga sengaja ngeliat tontonan gue. Jadi deh dia yang sebelumnya ga pernah ngomong sama gue, jadi suka basa-basi tentang The First Slam Dunk. Padahal gue juga ga sengaja nonton film ini.

The First Slam Dunk adalah film dari anime berjudul Slam Dunk yang udah ada sejak tahun 90an dan yap, filmnya full tentang basket sama sedikit backstory salah satu karakternya. Gue memang ga familiar sama basket dan karakter-nya tapi arahan dan cerita di film ini bikin gue fokus dan menikmati banget ketika menonton. Seru parah.

5. Cinderella (2015)


Gue sudah menonton Lily James di sembilan film, tapi diantara semuanya, peran dia sebagai Cinderella-lah yang terbaik sejauh ini. Sekaligus, satu-satunya film adaptasi Cinderella yang akan gue suka. Gue udah nonton berapa banyak tuh film adaptasi Cinderella...

Tanpa usaha, Lily James sangat meyakinkan gue buat jadi Cinderella. Kebaikan hati Cinderella benar-benar terpancar lewat aktingnya. 

Gue juga ga nyangka sama sekali bakalan suka film ini, tapi pas nonton gue bener-bener menikmati dari awal sampe akhir.

6. The Accountant 2 (2025)


Film ini paling banyak ngagetin gue bukan karena banyak plot twist. Justru sebaik-baiknya film aksi adalah yang ga banyak plot twist karena plot twist berarti drama. Kagetnya itu ketika gue bener-bener nggak nyangka apa yang akan dilakukan seseorang berikutnya dan itu berasal dari karakter bernama Braxton Wolff.

Adegan kedua dia, yang di gif diatas, gue pikir dia lagi ngobrol sama ceweknya dan dia abusive. Pokoknya perasaan gue ga enak selama mereka berdua ngobrol, takut banget si Braxton ini tiba-tiba kesambet terus menggila. Pas tahu gue salah, gue malah ketawa. Karena gue ganyangka!

Terus adegan dia lagi ngobrol sama Christian Wolff diatas mobil. Itu gue ga nyangka banget dia bakal ngelakuin hal itu! Bener-bener nunjukkin kontras yang berbada antara Christian Wolff yang saklek dan terkalkulasi sama Braxton Wolff yang ga bisa di prediksi.

7. Avengers: Age of Ultron (2015)


Ketolong casting sih film ini kalo menurut gue. Tony Stark akan selalu punya tempat spesial di hati gue jadi film ini udah bisa dibilang bagus. Lalu setiap karakternya menonjol dengan porsi yang pas. Enak diikutin, ringan tapi masih seru. Selalu suka deh kalo ngeliat Avengers beraksi bersama.

8. Son of the White Mare (1981)


Film yang akan gue rekomendasi bagi kalian yang ingin eksplorasi lebih banyak film animasi. Son of the White Mare (1981) berasal dari Hungaria dan dia unik. Dia ini folklore, ceritanya ringan dan malah terkesan repetitif, tapi kalian ga akan bisa bosan karena animasinya unik dan selalu berubah-ubah. Kalian akan dapat banyak stimulus visual dari film ini jadi adegan repetitifnya sama sekali gak bikin berat.

9. The Cranes Are Flying (1957)


Film ini masuk ke kategori surprisingly good di laman Letterboxd gue karena memang gue ga nyangka sama sekali bakal suka film perang asal Rusia ini. Tunggu dulu. Ini bukan film perang biasa. Ini adalah film perang dengan fokus ke romansa dan sedikit drama khas perang. Berfokus ke kehidupan Veronika setelah ditinggal ayang buat ikut perang. 

Aktingnya Tatiana Samoilova nyaman banget di tonton. Nggak ada aktor asal Amerika yang gaya-nya kayak dia makanya gue bingung, ini emang Tatiana jago banget aktingnya atau ada faktor lain?

Romansa Veronika dan Boris di awal film langsung kerasa padahal paling cuma lima belas menit mereka bersama sebelum dipisahkan oleh perang. Berkat dialog rapi, plot ketat dan kamera gerak lah yang gue rasa bikin gue suka banget sama The Cranes Are Flying.

10. Stardust (2007)


Film lainnya yang gue kategorikan sebagai surprisingly good adalah Stardust. Kali ini ber-genre fantasi, Stardust berisi aktor-aktor paling indah yang kalo bisa dibilang, saking indahnya wajar mereka semua main di film fantasi. Diantara aktor-aktor indah itu ada dua nama terkenal seperti Michelle Pfeiffer dan Robert De Niro yang karakternya bikin gue menjerit. Bukan karena dia kejam atau terlalu ganteng, tapi untuk nama seorang De Niro, memerankan karakter seperti Captain Shakespeare setelah memerankan karakter dingin yang bikin gue berpikir dia ga bisa akting (karena dia aktingnya hambar banget bagi gue), gue malah nonton Stardust dimana dia berakting diluar karakter-karakter stereotipikal dia.

Rekomendasi keras buat kalian pecinta fantasi. Tapi mungkin ga terlalu fantasi buat kalian yang pecinta fantasi. Tapi boleh lah buat memperluas wawasan. Tapi mungkin juga pecinta fantasi udah pernah nonton ini.

11. The Young Girls of Rochefort (1967)


Musikal, Prancis, romansa, warna-warni, apa lagi coba?

The Young Girls of Rochefort udah kecium bagusnya sejak menit pertama. Musikal menyegarkan yang lagu-nya enak-enak dengan karakter-karakter menarik yang asik buat diikutin. Gue sebenernya ga pande deskripsikan kenapa sebuah film itu bagus...jadi kata-katanya paling bakal berulang.

Film ini cocok banget buat ciwi-ciwi yang lagi kasmaran dan kebetulan suka nonton film-film dengan sinematografi yang cantik. Ya, film ini ga malu-malu ngasih warna cerah sesuai sama filmnya yang cerah dan ga ada sedetikpun kesuraman ditemukan di film ini.

12. Beggars of Life (1928)


(ADA SPOILER)

Gue heran, orang-orang di jaman dulu lebih revolusioner daripada jaman sekarang dalam beberapa hal. Udah It All Happened One Night (1934) jadi cetak biru buat film-film rom-kom hingga sinetron/opera sabun, sekarang gue nemu film tahun 1928 yang plotnya belum gue temuin di film-film sekarang.

Tentang Nancy yang pura-pura jadi cowok dan kabur sama pria bernama Jim yang masuk ke rumah Nancy buat makan. Terus nya lagi, disini ada antagonis namanya Oklahoma Red yang ujung-ujungnya jadi penyelamat mereka berdua! Itu baru plot twist berkualitas! Sampe-sampe gue jadi ga suka sama Jim dan berbalik jadi hormat dan suka sama Oklahoma Red.

13. Mirrormask (2005)


Yang satu ini juga fantasi, tapi lebih ke sisi gelapnya si pemeran utama. Gue udah lupa kenapa gue suka film ini, yang gue inget gue sangat enjoy pas nonton. Nuansa-nya oke banget, walaupun dunianya agak suram malah gue merasa nyaman ngeliat dunianya. Memang kalo diinget-inget lagi film ini kayak fever dream tapi buat gue nggak kayak fever dream sama sekali.

14. The Conjuring: Last Rites (2025)


Sebagai bukan penikmat horor, film Conjuring terakhir yang ga gue ikutin ini cocok di gue. Filmnya cenderung menyorot sisi keluarga: keluarga Warren yang harmonis, calon kemunculan keluarga baru dan keluarga yang di ganggu keluarga setan. Malahan kalo gue inget-inget lagi, horornya ga begitu kerasa sampe ke babak ketiga. Jumpscarenya juga ga murahan, makanya gue suka.

15. The Divine Move 2: The Wrathful (2019)

Berdasarkan permainan judi Go di Korea Selatan, film aksi ini bisa diikutin meskipun penonton ga paham apa itu Go. Cukup melihat Kwon Sangwoo main Go dengan kalem dan keren itu, udah cukup kok. 

Lewat film ini kita menyaksikan perjalanan dan perjuangan Gwisoo menjadi penjudi Go terbaik agar bisa naik ke puncak dan melawan master Go yang dulu pernah melecehkan kakaknya. Cara balas dendamnya juga unik dan wah banget. Pembawaan Gwisoo yang tenang bikin perjalanan dia menuju pembalasan dendam terasa tenang dan grasa-grusu. Belum lagi orang-orang yang dulu adalah rivalnya, berubah jadi berutang budi sama dia dan jadi bantuin dia balas dendam.

Seru deh pokoknya! Ada Woo Dohwan si ganteng juga!

16. Nocturnal Animals (2016)


Film ini udah pernah mau gue tonton di awal tahun gue mulai rajin menonton film tapi ga jadi karena intronya ada banyak tubuh-tubuh tak berbusana. Sebagai seseorang yang jarang terpapar telanjang di media, gue panik dong? Takut filmnya jorok.

Baru di 2025 gue nonton dari awal lagi dan kalian tau apa? Filmnya ga jorok sama sekali. Adegan di awal itu rupanya cuma pameran seni dari pemeran utama, Susan Morrows. Kebelakang-belakang justru thriller-mystery. Bukan cuma itu, yang bikin gue nggak nyangka adalah disini gue jadi suka sama Michael Shannon setelah lama benci sama dia karena dia kalau jadi antagonis, nyebelin banget sampe muak gue liatnya. Disini dia jadi baik, jadi polisi dan berpenyakit pula. Ditambah lagi kumisnya bikin dia keliatan makin ganteng...

Untuk filmnya sih karena bagusnya nggak disangka-sangka sama gue jadi menambahkan kesenengan gue terhadap film ini. 

17. She's Having a Baby (1989)


Betapa capeknya gue ngikutin ceritanya Jake Briggs menjalankan kewajibannya sebagai suami. Setiap keputusan, gerak-geriknya, bikin gue cemas karena dia ga keliatan bisa diandelin! Tapi ga yang separah itu kok cuman kayak kerasa dan keliatan ragu-ragunya dia menikah sama Kristy. 

Untungnya adalah, Kristy bukan tipe cewek yang lemah dan lembek atau pun doyan marah-marah. Dia dewasa, serius dan tegas terhadap Jake yang jauh lebih kekanakan dan emang ga meyakinkan itu. Kristy ini pasti tau lakinya kenapa, makanya dia diem-diem (atau emang udah wataknya), secara halus mengarahkan Jake agar rasa tanggung jawab Jake sebagai patriarki bisa muncul dari dalam dirinya. 

Kristy jadi salah satu karakter wanita yang gue gemari.

Adegan terakhir dari film ini juga jadi salah satu yang gue suka karena bener-bener dibuat ambigu; apakah Kristy bisa melahirkan dengan selamat atau nggak, diiringi sama lagunya Kate Bush yang berjudul This Woman's Work yang dari judulnya aja udah ngegambarin Kristy serta usahanya mempertahankan pernikahannya sekaligus fokus membesarkan anak dalam perut.

18. Ernest & Celestine (2012)


Ernest dan Celestine adalah cerita ketika dua spesies bermusuhan secara turun temurun, tapi karena Ernest dan Celestine ini outcast, mereka menemukan satu sama lain dan persahabatan mereka memutus tali permusuhan itu.

Awalnya Ernest sama Celestine juga ga kompak-kompak amat. Mereka saling bantu karena saling utang budi. Yang bikin gue meleleh adalah bondingnya mereka. Mereka yang ga punya siapa-siapa lagi selain satu sama lain, Celestine yang ngerawat Ernest pas dia sakit, Ernest yang ngasih perlindungan sama Celestine... itu manis banget buat gue.

19. Promising Young Woman (2020)

Hidup perempuan yang melawan!!

Gue pengen jadi seperti Cassandra yang cerdas, cerdik, pintar, yang berani mati demi membalaskan dendam orang yang penting bagi dia. Gue tau, kecenderungan untuk mati ini sebenernya tanda depresi tapi kalau dengan itu dia jadi punya tujuan gimana? 

20. Babygirl (2024)

Disini kita mendukung wanita yang berbuat baik dan buruk!

Menurut gue Babygirl kurang tabu aja karena yang paling tabu adalah menyetubuhi calon istri anak lo! Stephen Flemming lo masih gue tandain ye!!

Selama yang lebih tua adalah yang wanita kata gue gapapa sih. Soalnya yang bisa hamil kan wanita. Kalo wanitanya mau melakukan hal-hal begitu sama yang lebih muda, berarti dia udah tau dong dampaknya buat dia? Kalo si cowok mah dia emang nafsu dan ga penting banget sama perasaan asal udah bisa celup udah seneng dia. Nah masalahnya, wanita, setangguh apapun dia, pasti dia punya perasaan juga. Itulah yang terjadi sama Nicole Kidman di film ini.

Lewat Babygirl gue akhirnya bisa menonton hubungan terlarang (yang sekali lagi masih kurang tabu), sekaligus bisa melihat Harris Dickinson yang ganteng juga, dan menemukan lagu Father Figure dari George Michael yang sempet jadi anthem gue selama beberapa hari.

Selesai sudah dua puluh film terbaik yang gue tonton di 2025 ini. 

Kedepannya gue harap di tahun ini gue bisa dapet aktor yang bisa gue ikutin filmografinya, dan dapat lebih banyak lagi film-film bagus biar ratingnya ga 2.5 kebawah mulu, aamiin!!!


Happy February guys!

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.