IPS, ooohh~~ IPS


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang bernama PABA.(nama disamarkan untuk privasi). Suatu hari, ia berjalan-jalan di sekitar rumahnya sambil menyapa semua tetangganya dengan sopan dan ramah.
“Hai, pendek!!”
“Hai, Jelek!!”
“Hai, pak Mulut besar!!”
“Hai,Cebol! Celana dalammu kelihatan!”
“Hai, Ibu tukang gosip! Kudengar suamimu bermain mata dengan bunga desa sebelah!!”
tak beberapa, Paba pun di kempar dengan wajan, kompor, termos, cangkul, parang dan gigi palsu.


Ketika sedang asyik-asyiknya berlari dengan slow motion, #youknowlah.., Paba tersandung sesuatu yang terlihat besar dan kotak. Sesuatu itu pun terbangun dari tidurnya dan hendak memarahi si Paba. Namun, karena melihat tampang Paba yang polos, rada-rada bego dan masih bau kunyit, sesuatu itu pun berbisik ke mata Paba.
“Weh! Kuping gue yang ini!!” kata Paba sambil menunjuk sikutnya.
“Itu sikut, goblok!” omel Paba.
Keduanya emang sama bloonnya.

Ketika mereka sedang asyik-asyiknya berargumentasi tentang DIMANA LETAK TELINGA, dari kejauhan terdengar suara warga yang dihina Paba berjalan mencari-cari bocah bisulan yang dengan santainya menghina mereka.
“Heh! Capek nih gue ngomongin begituan mulu! Ga ada kelarnya sama lo!” kata Paba akhirnya. “Itu lo nyadar. Btw, ngapain tuh orang-orang di belakang lu? Mukanya asin banget kayaknya.” Tanya sesuatu itu sambil menunjuk ke arah rombongan jemaah haji yang gagal haji. “Astaga! Demi kolor banci! Gue lupa kalo gue lagi di kejar2 fans gila! Gue numpang ngumpet dong!” kata Paba panik sambil bersembunyi di belakang tubuh sesuatu itu. *udah kayak kaya lagu Syahrini aja, sesuatu. “Yeee.. mentang-mentang badan gue lebar kayak papan tulis, jadi lo seenaknya aja sama gue!” omel sesuatu itu tidak suka. 
Namun, ia akhirnya dia pasrah di apakan saja oleh Paba.
Setelah warga itu kelelahan mencari Paba, mereka pun pulang dengan wajah sedih…

“Lo ngapa dikejar-kejar sih?” tanya makhluk itu yang belakangan dikenal dengan nama IPS, ketika mereka sedang makan jus bambu bersama. Tentu saja IPS yang bayar!
 “Oooh, orang itu? Mereka gak penting. Abaikan saja.” Jawab Paba dengan wajah tak berdosa, malah dengan asyiknya menyedot sisa jus bambunya sampai berbunyi. “Btw, gue tambah lagi dong, Jus Bambunya” “Hanjir! Ini udah gelas yang ke 5!!!”
Begitulah kisah Paba dan IPS, yang berlanjut menjadi kisah cinta romantis yang berakhir dengan pernikahan.
#Happy End#



Allright, okay, Playback. *apaan sih, ga jelas lu Sal.
Itu sedikit cuplikan iseng gue tentang pertemuan guru IPS gue dengan mata pelajaran IPS yang dulunya tak begitu gue takutin sampe gue ketemu ni guru yang aneh bin ajaib.
Yep, nama samarannya Paba.
Dia baru ngajar gue pas kelas 9 ini.


Diajarin sama dia tuh…
Seru..
Enak…
Asyik..
Tapi…
Horoorr…

Soalnya;
Cuma pelajaran #IPS yang bisa bikin gue kebelet pipis di celana
Cuma pelajaran #IPS yang bikin rambut gue rontok
Cuma pelajaran #IPS yang bikin gue SANGAT rajin, bahkan saking RAJINnya gue pernah males belajar.
Tapi gajadi berhubung inget hukumannya kalo gue ga bisa ngejelasin di depan kelas atopun ga bisa jawab pertanyaannya.
Gue salah satu korbannya.. huhu…
Walaupun gue udah idup-idupan belajar, tapi tetep aja.
Di cubit-cubit juga.
Haduh…
Dan!!!!!!!!!!!!!!!
Di saat deadline besok mau ulangan, gue malah asyik ngepost.
Bukankah gue murid yang biadap???
ampun deeeeh gue sama Paba!!!
Eh, eh, tapi gue kagum lho sama Paba.
Dia cocok jadi presiden.
Sumpah.
Coba dia nyalonin diri jadi Presiden…
Hhh.. dasar cewek labil..
Wish you all the best lah, Paba ;)
 Last, makasih udah baca postingan gaje gue..

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.