WISH. ~Just One Wish~ #part1
Jika kau di berikan satu permintaan, apa yang akan
kau minta?
Di sebuah sekolah yang terletak di kota besar,
terlihat 3 murid perempuan yang sedang bersembunyi. Apa yang ingin mereka
lakukan?
“Nah, mulai ya. 1…2…” “Ah. Tunggu dulu...” “Tiga!” “Kyaaa!”
Bruk!
Salah satu dari ketiga murid itu menabrak seorang
cowok yang sedang melintas. Si cowok cepat-cepat membantu cewek yang terjatuh
itu untuk berdiri. “Maaf. Kau tidak apa-apa?” tanya cowok itu. “Tidak.. aku
yang harusnya minta maaf.” Jawab cewek itu sambil menunduk. “Sori banget ya.” Kata
cowok itu dan tersenyum dan pergi. Cewek itu hanya bisa terdiam sambil terpana
akan senyumnya. Setelah memastikan bahwa si cowok sudah menghilang, kedua
temannya keluar dari persembunyian mereka.
“Gimana? Terlalu kekanak-kanakan sih…” kata cewek
bernama Crystal.
“Dengan rencana “pertemuan
yang berawal dari tabrakan tak di sengaja” Crystal.” Sambung cewek yang bernama Quinn.
Cewek yang bernama Chloe itu memeluk erat kedua
sahabatnya. “Makasih kalian berdua!” katanya. “Bicara apa kamu? Kita kan teman.”
Kata Crystal. “Kalau melihat Chloe senang, Quinn juga senang. :k: “ kata Quinn
sambil tersenyum riang dan ikut memeluk Crystal dan Chloe.
“Crystal…Quinn…” kata Chloe. Matanya berkaca-kaca. Entah
karena kelilipan atau memang saking bahagianya.
Mereka pun merentangkan satu tangan mereka kedepan
dan mengucapkan sebuah janji. Janji seumur hidup mereka.
“Berteman
selamanya, semoga kita bertiga selalu bersama…”
*****
Esoknya, ketika mereka bertiga sedang mengobrol
menunggu bel masuk tiba, tak sengaja salah satu teman sekelas mereka membicara
sesuatu yang kelihatan menarik. Crystal pun menghampirinya untuk mengetahui apa
yang mereka bicarakan. Crystal kan kepo!.
“Hei, kalian sedang ngomongin apa sih? Sepertinya seru.”
Tanya Crystal. “Kamu tahu Angel Mail Adress?” tanya temannya. “Apa itu?” tanya
Crystal. “Dia adalah malaikat yang bisa mengabulkan permintaan apa saja.” Jawab
temannya. “Hah? Mana mungkin? Itu pasti Cuma gosip, kan?” bantah Chloe. “Sssstt..
diam. Siapa tahu benar.” Kata Quinn. “Lanjutkan,” kata Crystal dengan wajah
serius. Sepertinya, Ia sangat tertarik dengan cerita ini.
“Katanya, kalau kita mengirimkan E-mail ke mail
adress yang ada di dinding pada belokan tangga sekolah yang seharusnya tidak
ada pada tengah malam, malaikat akan menelepon dan mengabulkan apa pun
keinginan kita.” Jelas temannya. “Sering terjadi di tangga ya?” tanya Crystal. “Hei,
Quinn! Kau dengar tidak?” tanya Chloe. “Uaaah!” Quinn terhentak kaget. “Quinn,
kamu lagi-lagi ngeliatin foto lama, ya??” tanya Chloe. “Quinn punya kebiasaan
ngeliatin foto lama, sih.. ya gapapa sih…” kata Crystal. Quinn hanya tersenyum
malu. :e:
*****
Ketika bel pulang berbunyi, Crystal D.K.K pulang
kerumah bersama-sama. Supaya tidak bosan, mereka bersenda gurau. Tiba-tiba,
Crystal berteriak dan mengagetkan Chloe dan Quinn yang sedang asyik bernyanyi.
“Aku punya ide!” “Aduuhh.. Crystal.. aku tahu kamu
bersemangat, tapi please, jangan teriak di dekat telingaku dong..” keluh Quinn
sambil meniup-niup telinganya. “Maaf Quinn.. jadi gini idenya, gimana kalo kita
coba? Lagipula, rasanya tidak terlalu menakutkan.” Kata Crystal. “Benar juga. Mungkin
kamu kamu bisa berhasil sama Tyler.” Kata Quinn. Nampaknya Ia menyetujui ide
cemerlang Crystal. “Tapi aku nggak punya handphone…” kata Chloe,. Ia tertunduk
lesu. “Aku juga. Tapi Crystal punya kan?” tanya Quinn dengan wajah penuh harap.
“Ah, punyaku prabayar, jadi gak bisa E-mail.” Jawab Crystal sambil tertawa.
Lalu, mereka pun berjalan dengan lesu. Namun, mereka
semua tak percaya ketika melihat apa yang di temukan Quinn di tengah jalan.
“Handphone”
“Bohong”
“Beneran?”
“Ayo kita coba.”
“Eeeeeehh???”
“Kan kalau permintaannya terkabul bisa kita jual.”
“Eeeeehh??”
Setelah berembuk sebentar, mereka salin pandang dan mengangguk.
*****
Bersambung…

Komentar
Posting Komentar