WISH. ~Just One Wish~ #part2
Jam 11.50,
Crystal D.K.K datang ke sekolah untuk membuktikan kebenaran Angel Mail Adress
itu. Setibanya di sekolah, mereka ketakutan setengah mati karena sekolah itu
terlihat sangat menyeramkan di malam hari.
“Crystal… seram juga…” kata Quinn sambil menggenggam
erat lengan Crystal. “Jangan-jangan ada hantunya…” bisik Chloe di dekat leher
Quinn dan nafasnya membuat Quinn kaget dan berteriak. “Aaaaaaahhh!!!!!!”
Crystal yang ada di dekat Quinn juga ikut-ikutan teriak.
“Apa sih? Tiba-tiba
bersuara keras begitu?” omel Crystal dongkol. “A.. aku teringat… aku dengar
dari kakakku kemarin ini… Dulu, ada anak perempuan yang bunuh diri di Lab.IPA
karena di gangguin terus… setiap jam 12 malam…..”
“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” Crystal dan Chloe
berteriak dan berlari meninggalkan Quinn.
Mereka bertiga duduk karena kelelah berlari tak tentu
arah. Crystal ang merasa kesal karena sedari tadi di kagetkan terus, akhirnya
marah. “Quinn bodoh!! Jangan ngomong begitu di tempat seperti ini, dong!!”
“Waaa… maafkan aku…” :i:
“Oi, ini lantai tiga di gedung tiga, kan… belokan
tangga sekolah yang seharusnya tidak ada … disini, kan?” tanya Chloe sambil
menunjuk tangga itu. Mendengar perkataan Chloe, Quinn makin ketakutan. “I..ini
salah hitung, kan? Kita balik aja yukk..” ajak Quinn. Suaranya bergetar. “Eh,
ini… “ Crystal bangun dan melihat coretan di dinding lalu, dengan cepat dia
berlari ke lantai atas sementara Chloe dan Quinn mengikutinya dengan takut.
Akhirnya, Crystal meminta handphone temuan mereka
dan mulai mengirim E-mail ke malaikat tersebut.
“Tunggu, Crystal! Gak papa kalau kita ngirim E-mail
disini?” tanya Quinn takut-takut. “Hentikan! Crystal… takut ah… hentikan dong…”
bujuk Chloe. “Kenapa? Kita kan hanya mencoba. Kita ga akan tau kalo kita takut
untuk mencoba!” kata Crystal. Well.. dia memang pemberani. Beda dengan dua
temannya itu.
Tiba-tiba,
tak lama handphone yang di gunakan Crystal berbunyi. Buru-buru Chloe dan
Quinn mundur selangkah demi selangkah.
Lalu, muncullah seorang wanita yang berpakaian
seperti penyihir dan berbaju hitam.
“Kamu ya, yang mengirim mail rahasia? Siapa namamu?”
tanya wanita itu. “Beneran? Kudengar kamu bisa mengabulkan apapun permintaan
kami?” tanya Crystal tanpa takut sedikit pun. “Benar. Tapi seorang hanya satu
ya.” Jawab wanita itu.
“Aku Crystal…”
“Crystal! Berhenti yuk! Kelihatannya menakutkan!”
teriak Quinn.
Namun , Crystal mengabaikan peringatan Quinn malah
melanjutkan permintaannya.
“Crystal! Tolong dekatkan Chloe dengan Tyler!!!
“Kuterima…”
*****
Setelah kejadian
itu, keesokan paginya di sekolah, sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya,
terjadi. Yep. Tyler menembak Chloe. Crystal dan Quinn kaget karena
permintaannya terkabul. Namun, makin hari, Chloe makin menjauh dengan Crystal
maupun Quinn.Ia selalu menempel dengan Tyler. Hal ini membuat Crystal kesal,
hingga suatu hari…
“Ooooi! Crystal!” panggil Tyler sambil melambaikan
tangannya. Crystal yang sedang tertidur, terlompat kaget medengar namanya di
panggil. “Ng?” hanya itu yang bisa Ia katakan. “Aku punya beberapa tiket ke
taman bermain. Kalian mau ikut? Hari sabtu nanti…” tanpa menunggu kelanjutan
kata-kata Tyler, Crystal dan Quinn menyetujuinya dengan senang hati. “ikut, ik…”
namun, kalimatnya dipotong oleh Chloe yang entah dari mana datangnya. “Ah, maaf
Tyler. Crystal dan Quinn ada keperluan lain.” Katanya dengan wajah tak suka. “Ah,
begitu ya…” kata Tyler. “Nggak ada, kok.” Kata Crystal . Quinn yang melihat
wajah Chloe yang memancarkan ketidak senangannya pun mengiyakan kata-kata
Chloe. “Ah, iya, iya!. Benar kan,Crys?”
“Sepertinya, Chloe yang sekarang menyebalkan, ya…”
“Mungkin karena baru pertama kali jadian…”
*****
Tak lama, lagi-lagi Tyler memanggil Crystal.
“Crys, ini novel yang kamu inginkan itu.” Kata Tyler
sambil menyodorkan buku novel yang berjudul “Live Or Die”. Melihat sampul buku itu, wajah Crystal memerah dan
tersenyum lebar. “Aaahhh.. ini buku yang sudah kucari berbulan-bulann! Darimana
kamu dapat ini?” kata Crystal sambil celingak-celinguk untuk memastikan kalau
tidak ada Chloe di sekitar situ. “Itu, ibuku juga menyukai novel ini. Baru beberapa
hari kok dia membelinya. Begitu ingat kamu juga suka, jadi… hei, kenapa kamu
celingak-celinguk begitu?” tanya Tyler heran. “Gaaakk, ga ada apa-apa kok.” Jawab
Crystal. Setelah ada jeda beberapa lama….
“Maguel… (nama keluarga Crystal) sebenarnya aku suka
dengan mu, lho.” Bisik Tyler. Bagai di sambar petir, Crystal kaget dengan
pernyataan itu. “Rahasiakan dari Chloe, ya.” Lanjut Tyler. “La..lalu kenapa
kamu nembak Chloe?” tanya Crystal dengan suara pelan. Ia nampak gugup. Tyler
mengerutkan dahinya. “Kenapa, ya?”
Chloe yang diam-diam memata-matai mereka langsung
berlari pulang dan menangis…
****
“Nggak!! Aku nggak mau!! Aku nggak mau Tyler di
rebut Crystal!! Tyler adalah milikku!” tangis Chloe sejadi-jadinya. Tiba-tiba,
Ia teringat bahwa handphone temuan Quinn masih di pegang olehnya. Dia pun
cepat-cepat kembali ke sekolah.
Mau tau apa yang akan di lakukan Chloe?
baca WISH ~Just One Wish~ #part3 :c:

Komentar
Posting Komentar