WISH ~Just One Wish~ #part3
Chloe
berlari dengan secepat kilat, sampai-sampai nafasnya hampir habis. Ia mengisi
energinya kembali ketika sudah sampai di depan pintu gerbang sekolahnya.
Setelah mengambil nafas selama beberapa menit, Chloe kembali berlari ke dalam
ke tempat mereka kemarin mengirimkan permohonan.
“Waktu itu
kan Crystal yang memohon. Jadi, jatah permohonanku masih ada..” gumam Chloe
sambil mengeluarkan handphone itu dan mulai mengirimkan mail ke malaikat.
“Ternyata
begitu, ya.”
Mendengar suara yang Ia kenal, Chloe langsung
menoleh. “Crystal, Quinn.. a..ada apa? Ada perlu apa?” tanya Chloe gugup sambil
menyembunyikan handphonenya di belakang punggungnya. “Aku ingin kamu
mengembalikan handphone yang kamu simpan di belakangmu.” Jawab Crystal. “Kok
gitu? Kan katanya aku boleh membawanya sebentar.” Kata Chloe. “Aku juga punya
seseorang yang aku sukai.” Kata Crystal. “Heee.. begitu ya…”
“Tolong kembalikan perasaan Tyler ke semula dengan
jatah permintaanmu ya. Soalnya, permohonanmu aku yang memintanya.” Kata Crystal. Sorot matanya tajam.
“Jangan main-main!!! Nggak akan kuserahkan!!! Ini
milikku!!”teriak Chloe. Crystal pun mengambil handphone itu secara paksa.
“Pokoknya, serahkan padaku!” teriak Crystal. “Enak aja! Aku nggak akan
menyerahkan Tyler!” teriak Chloe. “Kalian berdua.. tolong hentikan!” kata Quinn
sambil menghampiri mereka yang sedang berebutan handphone, namun Quinn terjatuh
karena terdorong oleh mereka berdua. Karena sudah tak tahan, Quinn mengambil
handphone itu. “Quinn! Bagus! Serahkan handphone itu padaku!” teriak Chloe
dengan penuh nafsu.
“…Bicara apa kalian? Kumohon kalian tenang! Kenapa?
Kenapa jadi seperti ini? Kembalilah menjadi Chloe dan Crystal yang baik…” kata
Quinn dengan mata berkaca-kaca.
“Jahat…” “Sampai Quinn ingin menghalangiku?” tanya
Chloe sambil menunduk. “Eh, aku…” Bats! Chloe kembali merampas handphonenya
dengan mudah dari tangan Quinn.
“APA-APAAN SIH KALIAN?! PURA-PURA MENDUKUNG AKU
SEGALA.. SUDAHLAH. KALIAN BERDUA MENGHILANGLAH SAJA SAN! AKU NGGAK BUTUH!!!!”
Begitu Chloe selesai mengatakannya, dari handphone
itu terdengar suara malaikat itu lagi.
“Kuterima.”
Seketika, dari handphone itu, keluar cahaya hitam
yang makin lama makin besar, menyelimuti langit di atas sekolah itu dan muncul
angin yang kuat, yang mampu menerbangkan mereka bertiga.
“Makhluk itu akan menelan mereka berdua. Aku akan
melenyapkan mereka dari hadapanmu.” Kata Malaikat itu lagi.
Muncullah sebuah makhluk berwarna hitam yang seperti
monster. Rupanya sangat menyeramkan dan bentuknya hampir sebesar gedung sekolah
itu. Makhluk itu mengamuk. Crystal dan
Quinn berlari meninggalkan Chloe yang masih terduduk ketakutan. Tyler yang
kebetulan lewat, keheranan melihat makhluk aneh itu. Dengan cepat, Ia
meninggalkan sepedanya di bawah, dan naik ke atas untuk mencari seseorang yang
mungkin ada di dalam situ.
“Chloe!” panggil Tyler ketika Ia melihat Chloe
sedang menangis di atap sekolah.”A…aku nggak bermaksud seperti itu… padahal aku
nggak menginginkan hal seperti ini!!” kata Chloe. Badannya bergetar kuat karena
ketakutan. “Chloe! Apa yang terjadi?!” tanya Tyler tak sabar.
Sementara itu, Quinn dan Crystal bersembunyi di
salah satu ruang kelas. Mereka sangat ketakutan. Tiba-tiba, makhluk itu
mengintip dari jendela, dan berusaha menghancurkan dinding yang digunakan
Crystal untuk bersembunyi.
“Hiiyy.. Crystal.. gimana ini? Apa kita akan
dimakan?” bisik Quinn dengan nada panik. “Ssstt!! Jangan berisik! Kalau tidak,
kita akan di te…” belum sempat Crystal melanjutkan, ternyata makhluk itu sudah berhasil menghancurkan dinding dengan
giginya. “Cry….Crystal!!!” teriak Quinn panik sambil menggenggam lengan
Crystal. Crystal yang juga panik, menarik tangannya dari genggaman Quinn. “Lepaskan!”
bentaknya kasar, lalu kembali bersembunyi. Dan Quinn pun terlepas, jatuh dan di
tangkap oleh monster itu. Tyler yang melihat Quinn langsung berteriak “Quinn!! Tarik
kembali permohonan yang tadi!!!”
Dalam sekejap, semuanya kembali seperti semula. Dindingnya
tidak rusak, monsternyan menghilang, dan Quinn terjatuh ke pelukan Tyler.
“Beneran hilang..” kata Tyler “Seperti.. nggak ada
apa-apa…”
“Crystal!! Quinn!!” panggil Chloe tiba-tiba. “Chloe?”
“Maaf ya! Maafkan aku!!” kata Chloe. Lagi-lagi Ia
menangis sambil memeluk Crystal. “Chloe..”
“Ah, Quinn.. maaf ya, gara-gara aku mengucapkan hal yang gak kupikirkan
dulu…” kata Chloe. “Aku juga.. gara-gara panik jadi…” kata Crystal.
“Syukurlah. Sudah kembali ke kalian berdua yang
biasanya. :k:” kata Quinn sambil tersenyum. “Quinn…” “Maaf ya, Quinn, maaf!”
kata Chloe dan Crystal sambil memeluk Quinn.
Monster itu lenyap. Sekolah juga kembali seperti
semula seolah tak terjadi apa-apa. Makanya aku menganggap ini semua tidak
pernah terjadi. Seperti biasanya… kami bertiga akan selalu akrab…
*****
Tapi bohong…
“Halo..
nona malaikat? A ha ha, benar-benar ditelepon. Anu, aku mengalami kejadian yang
nggak enak.
Ya.
Karena
kupikir mereka teman, jadi aku menyerahkan handphone dan juga orang yang
kusukai.
Makanya,
aku sudah nggak perlu …kamu bisa mengabulkan apa pun keinginan ku kan…?
Terima
kasih. Mohon bantuannya ya, nona malaikat.”
“Aku bakal kesepian, sih. Tapi apa boleh buat.
Habis mereka memperlakukanku dengan kejam. Tapi,
jangan khawatir.
Karena Quinn punya Tyler…”
“Bye Crystal & Quinn..”
*****
Permohonannya itu?
Bagaimana jadinya ya?
…Sudah nggak perlu, kan?
Mungkin lain kali giliran mu?
Nah… silahkan sebutkan permohonanmu…
*THE
END*

Komentar
Posting Komentar