FAVORITE-ST
Ternyata challenge kek gini ada serunya juga ye. Emang ga melulu mudah bagi gue buat ngerjain tantangan ini tapi sama aja kan kek idup? Life is like a bowl of cherry or chocolate. Kadang manis, kadang pait. Cara paling enak buat ngejalanin hidup kan cuma jalanin aja, gausah terlalu dipikirin.
It's easier said than done tho.
Kemarin kan udah tu ngomongin lagu yang lagi gue gandrungi, sekarang bakal ngomongin hal lain yang juga gue gandrungi dan sering gue omongin juga, yuhuu~
Sebelum mulai, semalem tu gue sama temen gue si kepiting mainan di GDocs, sambung-sambungan cerita karena gue liat toktok orang bule yang ngerjain tugas di GDocs yang sama gitu dan gue penasaran aja gimana rasanya bekerja di situ bersama seseorang. Gue akuin agak merepotkan. Gue pengen kemana dia pengen kemana dan gue merasakan unsur egoisme disitu yang gue tau dia pengen menggiring cerita ini kemana, dan gue juga pengen menggiring cerita itu kemana berkat campur tangan dia gitu.
Gue bilang aja gue pengen ribut ama dia tapi canda.
Tapi seru kok. Gue jadi sadar kekurangan gue dalam menulis fiksi salah satunya adalah gue ga bisa membangun tekanan. Gue entah melakukannya secara lambat tanpa tekanan, atau terlalu cepat dan tanpa tekanan jugak.
Sekarang yang gue bingung, kesukaan gue ada banyak!! Wkwkwk.
"One day, I'll ask Andy Lau to sing for you" - Hsu Taiyu
Satu-satunya film yang gue tonton sebanyak lebih dari 10 kali; Our Times (2015) doang. Sebuah film yang sebenernya bikin gue merinding juga karena menye-menyenya tapi masih tertahankan. Sebuah film yang setiap kali nonton, cuma nambahin alesan lo buat jatuh cinta sama Taiyu maupun Truly. Hubungan yang unlikely, tapi work out. Gue suka banget gimana Taiyu pelan-pelan jadi pelindung Truly yang terkesan ceroboh dan gimana dia suka ngegodain Truly. Dan ini tuh bener-bener film remaja yang seger banget deh.
"A man who doesn't spend time with his family, can never be a real man." -Don Corleone
Film dengan seorang pemain pemilik karakter yang bijaksana, penuh wibawa, penyayang keluarga, terus dengan mudahnya The Godfather (1972) mencuri perhatian gue? Film lejen yang bakal selalu gue ulang-ulang apalagi bagian intronya. Effortnya Marlon Brando memerankan Corleone, permintaan lucunya dia pas main film itu tapi dia gabakal bisa nyebelin karena dia emang keren. Orang keren kalo sombong mah gapapa, orang dia keren.
"We are not things. We are not things!" -Capable
Pas nonton Mad Max : Fury Road (2015) gue bener-bener buta. Aduh, apa ini film apa ini tentang apa ini film. Khawatir gue ga bakal ngerti sama film ini tapi diluar dugaan, aksinya enjoyable banget. Kekhawatiran gue ga terbukti dan gue seneng banget nonton ini. Ga bikin terlalu deg-degan karena suspensenya tapi heronya dependable banget. Meski gue baru nonton film ini sekali tapi ini film bagus betul sih.
"You want society to accept you, but you can't even accept yourself" -Erik Lensherr
Setelah denger kata orang kalo X-Men (2011-2016) itu pada dasarnya cuma tentang old (gay) couple gue cuma bisa menutup mulut. Karena emang mirip kek gitu. Erik dan Xavier itu cuma pasangan paruh baya yang punya antics masing-masing. Seperti Yin dan Yang, sesuatu yang jarang banget gue temuin dari film-film yang udah gue tonton. Gara-gara eksmen juga gue langsung memundurkan film Avenger jauh-jauh dari favorit gue apalagi setelah Apoy bilang perbedaan mendasar antara dua film ini adalah kalo eksmen itu adalah sebuah keluarga tapi Avenger itu adalah sebuah tim.
"I'm torn between breaking your neck and throwing you down the stairs" -Robbie Turner
You prolly wants to do that earlier, Robbie honey. Lebih baik di penjara gara-gara membunuh Briony duluan daripada kena fitnah bocil kek gitu. Hilang sudah harga diri dan masa depan 2 orang. Hidup tu jangan halu makanya. Gue sampe sekarang masih pengen ngejambak rambut Briony sumpah. Atonement (2007) mungkin adalah film genre drama dan romansa tragis pertama yang bikin gue terkesima karena gue jarang nonton film genre drama terutama.
"You're still alive. Nice to meet you." -Kim Yoo Bin
Film terbaik keluaran 2020 yang gue tonton? It's Alive (2020). Gue udah cerita kan di tulisan lalu gimana Yoo Ah In bikin gue bersegera nonton film ini dan gue ga kecewa setelahnya? Disini Yoo Ah In udah ngebuktiin kalo dia ga perlu banyak dialog buat memerankan suatu peran dan menggambarkan situasi yang dirasakan karakternya. Gue baru sadar kalo dialognya bahkan monolognya ga terlalu banyak apalagi sebelum Joon Woo ketemu Yoo Bin beneran tapi feelnya dapet banget.
"You need to maintain a proper balance of anxiety and fear and chaos and horror in order to keep life going. And if we don't have that, we need to invent it." -Wilford
Gue baru sadar kalo Snowpiercer (2013) udah 7 tahun lalu... Dan gue baru ketemu film keren itu tahun ini... Tapi serius deh, ini film keren banget, bikin gue pegangan erat sama tangan gue sendiri sepanjang film dan yang paling keren adalah film ini unpredictable banget setiap adegannnya, bahkan endingnya pun bener-bener sulit di terjemahkan menurut gue. Sampe sekarang gue masi ga ngerti sama endingnya tapi entah kenapa gue ga mau mencari tau. Aneh emang. Karena filmnya udah bikin gue merasa "penuh" kali ya.
"The things you own end up owning you." -Tyler Durden
Yang gue suka dari Fight Club (1999) adalah twistnya. Siapa sangka, kan? Gue yang udah terbiasa ngeliat karakter halu tapi kali ini gue gabisa mendeteksi kehaluan si pemeran utama. Bayangkan. Emang bukan tentang skizo si tapi tetep aja... Gue suka banget sama karakternya Helena Bonham Carter astaga dia keren banget sii, udah mungil, tapi badass banget ngngng.
"As much as I enjoyed your wild theories the truth is far less complex." -Simon Skinner
Gue masih inget dengan jelas gimana alurnya Hot Fuzz (2007) sampe sekarang karena ceritanya ringan, mudah banget dicerna dan yang terpenting, humornya cocok sama selera gue. Meskipun karakter Nicholas itu keren, tapi perhatian gue pertama kali tertuju pada si bapak Skinner karena selain marganya yang sama dengan tokoh sikologi, bapak satu itu cukup berkharisma juga.
"Just as a flower does not choose its color, we are responsible for what we have come to be. Only once you realize this do you become free, and to become adult is to become free." -India Stoker
Karena pamans. Ceritanya emang menegangkan dan gue suka aktingnya Mia Wasikowska memainkan India Stoker disini karena feelnya dapet banget. Karena pamans sih. Iya, Stoker (2013) semakin berkesan di otak gue karena pamans. Sayang sekali dia harus mengalami hal itu di akhir film padahal gue mengharapkan hal yang berbeda tapi di satu sisi masuk akal juga wkwk.
"It'll be just like in the movies. Pretending to be somebody else." -Betty
Ketika gue pikir ini adalah film dengan alur biasa dengan twist, ternyata film ini punya alur ga biasa dengan plot twist yang gilak!! Mulholland Drive (2001) adalah tipe film yang harus ditonton berkali-kali macem Inception barulah otak gue dapat memahami itu film. Gue ga paham endingnya cuma lama-lama gue jadi kasian sama Betty. Mind blowing banget sumpah.
Itu dia. Padahal kemaren gue udah bagus ngestreak sekarang malah telat 2 hari lagi. Emang dinamika gue aneh banget. Ini juga. Sipsi gue. Masih nyangkut aja padahal udah 2 minggu sejak di balikin sama dosennya. Anjim betul diriku ini haha.
The sky's falling down, sons.
Day 14: Post your favorite movies that you never get tired of watching


Komentar
Posting Komentar