DOWATCHUWANT

Di umur segini, gue punya banyak keinginan yang menumpuk?!?!? Of course, baby!! Everybody wants a little piece of this world!! Masih di hari kesekian diri gue menghabiskan waktu untuk mencari tahu bagaimana cara memulai mencari kerja...kerja apaan aja...yang penting halal...yang penting sesuai sama jurusan gue...

Harusnya begitu. Tapi entah kenapa gue ga terlalu setuju sama yang penting sesuai sama jurusan gue.

Gue, yang merasa jurusan gue adalah scam di semester 5, pengen kerja sesuai sama jurusan gue??

Ternyata, gue yang selalu mengatakan kalo gue merasa ga punya tujuan, masih punya sedikit cita-cita di otak gue. Jujur aja gue ga pernah membayangkan diri gue buat jadi seorang karyawan, kerja di kantoran itu sama sekali gaada di bayangan gue. Tapi gue pernah membayangkan diri gue bekerja di rumah sakit sebagai staff tertentu disana, atau pernah dulu pengen kerja di biro sampe akhirnya gue teringat diri gue yang ngulang satu matkul yang juga berarti ngulang ujian 4 kali, gue sadar gue kayaknya ga pantes buat kerja di biro.

Baru-baru ini? Bagaimana dengan baru-baru ini? Beberapa yang terpikirkan antara lain kritikus film. Oke lah, kritikus film terkesan terlalu serius padahal kemampuan gue review film juga masih cupu bangget. Terus apa lagi ya... oh penulis. Seriusan gue merasa tenang ketika gue mengatakan pada diri gue sendiri kalau gue bakal nulis dan berusaha nerbitin buku gue. Sementara itu yang masih anget banget, yang ga bakal gue ceritain ke orang lain, tapi udah lama banget gue pikirin adalah... gue pengen kerja di kebun binatang. Gue pengen banget ngerawat binatang. Gatau kenapa.

Mungkin yang gue butuhkan adalah dukungan. Heck, gue butuh dukungan. Ingat betapa pengennya gue di katain bloon ketika gue melakukan kesalahan? Itu adalah tanda betapa desperatenya gue dalam dukungan.

Tuh, gue tau apa yang gue butuhin tapi gue gatau gimana cara mendapatkannya kan repot.

Gue cuma mau denger; "Salsa mau kerja dimana?" "Kebun binatang, tante." "*kaget* Wah, keren tuh kerja bareng binatang!"

Atau; "Salsa mau kerja dimana?" "Gatau deh om, mungkin Salsa pengen coba nulis dulu hehe." "*kaget* Nulis apa? Fiksi? Hebat banget kamu bisa nulis fiksi!"

Mau nangis ga sih...

Gue juga mau jadi asisten pribadi. Keknya seru. Sesuai sama keinginan gue yang pengen ngebuntutin orang dan setia sama orang itu.

Selain hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan orang dewasa, ada juga hal-hal lain yang sifatnya miscellanious. Pokoknya banyak deh yang pengen gue lakuin.

Makanya gue iri banget sama orang yang tahu apa yang dia mau, dan dia tahu cara memenuhinya. Lebih tepatnya gue iri banget sama Marlon karena dia satu-satunya orang yang memancarkan energi semacam itu.

Sial padahal kalo diinget-inget lagi, Marlon juga ga sebaik itu orangnya. Dia pemalu, kurang ilmu dalam membina rumah tangga (atau mungkin dia belom siap). Tapi semua keburukan dia entah kenapa ga bikin gue bisa menerima kalau dia sepenuhnya buruk.

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.