SEJAK KAPAN BLOGGER GA BISA DIAKSES TANPA VPN?! WTF???
Maafkan diri ini yang sekalinya nulis blog malah marah-marah... Karena emang nyebelin!!!
Hai, gimana kabar dirimu yang sedang membaca tulisan di kemudian hari? Udah bisa melupakan temanmu yang satu itu? Maaf ya gue ga cerita disini karena udah gue ceritain duluan di buku diari gue. Padahal bagusan cerita disini sebenernya. Tulisan gue suka ga kebaca.
Di tulisan kali ini (gue krisis tulisan di tahun ini choy begimana ini) gue pengen membicarakan sesuatu yang ga bisa gue ceritain di diari dan enggan gue tumpahkan ke twitter. Aneh memang. Tapi gapapalah. Daripada blog kesayangan gue ini berdebu.
Tema/judul hari ini adalah dua orang (lebih disukai cowok) karakter dari film yang dinamikanya sangat gue sukai dan sangat gue idam-idamkan untuk gue liat.
Paham ga? Ga paham juga gapapa nanti juga paham kalo udah baca cerita gue dibawah.
Gue gatau setelah yang ini ada lagi yang lain tapi untuk pertama kalinya (seinget gue) gue mulai cerita dari yang paling anget yang paling baru.
Gambar begerak diatas adalah cuplikan dari film THE GENTLEMEN (2019) dan di dalam frame adalah Matthew McConaughey sebagai Mickey Pearson (kanan) bersama Charlie Hunnam sebagai Raymond Smith (kiri) dan ketika gue bilang mereka keren banget, mereka emang keren banget.
Sebagai orang yang selalu menghabiskan masa remajanya mengkhayal tentang mafia dan gangster kalo mau rincinya lagi adalah bos dan tangan kanannya, bos dan orang kepercayaannya atau kapten dan his second in command, film ini adalah oasis di gurun gue.
Khusus di film ini, ceritanya itu lebih banyak melibatkan si Raymond Smith sebagai orang kepercayaan si boss alias Mickey Pearson. Gue suka gimana cara Raymond mengayomi Mickey sampe di titik gue ga bisa ngejelasinnya lagi.
Mereka itu keliatan profesional sebagai bos dan tangan kanannya tapi di saat yang sama mereka juga keliatan kayak temen akrab. Gue suka penggambaran Raymond yang nurut banget sama bos-nya dan Mickey yang menunjukkan kepercayaan dia terhadap Raymond. Semua itu sampe di titik gue kesengsem sendiri sama hubungan mereka berdua.
INI LO YANG TERNYATA GUE CARI DAN GUE IDAM-IDAMKAN UNTUK GUE LIAT DARI GUE DULU.
Selain itu gue juga suka banget gimana porsinya mereka berdua dibagi gitu. Dimana Mickey berurusan sama orang-orang atas atau setara sama dia, sementara Raymond ngeberesin bagian hubungan masyarakat(?) dengan cakupan lebih luas.
Kalo lebih spesifik lagi sih gue suka banget sama Charlie Hunnam sebagai Raymond Smith. Terutama dibagian dia berbicara dengan nada yang tenang, berwibawa tapi ga kaku dan terlalu santai. Dan pikiran pertama gue adalah, (gue tau agak ngaco) intonasinya sama sekali ga terdengar seperti menggoda. GUE GATAU KENAPA GUE MALAH MIKIR BEGITU ANEH PADAHAL DIA GA LAGI NGOMONG SAMA CEWE.
Kalo mereka berdua sih udah pernah gue omongin gasih?
Charles Xavier dan Erik Lensherr memang tidak seperti Mickey dan Raymond tapi mereka menyentuh gue dengan cara yang berbeda.
Gue gatau yang mana yang bikin gue tertarik duluan: Charles dan Erik yang diperankan oleh dua aktor ganteng atau emang karena karakternya.
Mereka punya dinamika yang bertolak belakang. Yang atu sangat positif dan selalu mencari kebaikan dari segala hal sementara yang atu sangat negatif dan agresif. Dan yang paling menariknya lagi adalah, dengan setiap kesalahan yang dibuat oleh Erik, Charles gaada capenya ngingetin Erik kalo cara dia salah. Ada cara yang lebih baik dari kekerasan karena cuma itu yang Erik tau.
Duo dari SICARIO (2015) ini berhasil mencuri perhatian gue juga dengan tipe dua kutub yang berbeda macem Charles dan Erik.
Alejandro adalah orang yang ga banyak omong tapi dia brutal banget. Dia ngomong pake tangan sementara Matt adalah tipe berkharisma yang banyak omong dan laid back sekali. Mereka saling melengkapi banget.
Udah deh!!
Dikit banget gue baru sadar. Meskipun dikit, tapi Raymond dan Mickey udah berhasil bikin hati gue penuh.
Ciao, amore! Hari ini segini dulu aja deh.
Update November 4 2024:
Dapat lagi dari film kesukaan gue, tidak lain dan tidak bukan adalah The Gentlemen (2019). This film is just keep on giving gue ga ngerti lagi.
Kalo sebelumnya gue terpana oleh partnership-nya Rayray dan Mickey sampe gue cekikikan sendiri, sekarang gue terpana oleh relationship tipis-tipisnya Rayray dan Coach. Lagian si Rayray ini kenapa di pasangin sama tiga lakik sekaligus, sih??
Dinamikanya Rayray dan Mickey sama dinamikanya Rayray dan Coach jelas beda. Rayray dan Mickey urusannya bos sama orang terbaiknya. Dengan mutual respect sekaligus peran Rayray yang mengisi Mickey, ditambah power yang dipunyai Mickey sebagai atasan Rayray menjadikan mereka berdua partner yang baik.
Bedanya Rayray sama Coach, mereka bukan partner. Coach punya hutang sama Rayray (dan Mickey) dan nawarin bantuannya untuk melakukan beberapa hal. Secara ga langsung, Rayray jadi PIC-nya Coach kan. Cuman Rayray ini bottom banget sama Mickey dan Coach, dan top banget kalo sama Fletcher gara-gara Fletcher flirting mulu ke Rayray.
Di pertemuan awal Rayray dan Coach aja, kharismanya Rayray keluar pas dia ngomong "Feel free to speak/talk(lupa)" kepada Coach yang baru masuk ke bar. Dan kharismanya Coach juga keluar dengan dia menawarkan jasanya dia buat memperbaiki kesalahan yang udah di perbuat sama anak asuhnya.
Bantuan pertama yang dilakukan oleh Coach adalah nyari orang yang ngasi info ke anak asuhnya tentang lokasi kebun ganja punya Mickey. Coach naro orang itu di bagasi dan kebetulan orangnya punya asma jadi dia ngos-ngosan gitu. Lucunya ketika Coach ngenalin nama orang itu sebagai "Phuc" tapi bacanya "Phu-uc" dan Raymond kayak kebingungan dan ragu gitu nyebutin namanya. Trus pas Coach ngeberdiriin si Phu-uc yang lagi sulit bernafas, dia sambil nampar-namparin wajahnya si Phu-uc dan Raymond lagi-lagi mengkerut, bingung, kaget, heran gitu ngeliat Coach nampar Phu-uc.
Adegan mereka berdua lainnya ada yang Raymond minta Coach buat nangkep bos-nya Fletcher yang nyuruh Fletcher mata-matain Mickey. Coach nyuruh anak asuh-nya lah yang nangkep bos Fletcher di kantornya dan ngebawa dia ke peternakan babi. Nah disitu dia rupanya dikasih obat-obatan yang bikin dia melakukan hal-hal aneh ke babi dan di rekam sama anak asuhnya. Pas Coach nunjukkin hasil videonya ke Raymond yang lagi-lagi meringis, mengkerut, takjub, dan heran, si Coach juga dengan lugunya bilang hal-hal kayak "It's a nightmare fuel" "This will stay on me forever" kayak, emang bukan elu yang ngidein bikin kayak gini?!
Sebenernya setelah dipikir-pikir belom tentu juga Coach yang meng-orkestrakan video babi itu, tapi asumsinya kan anak-anak si Coach ini pasti dimintain tolong Coach yang secara naluriah punya ide kayak gitu. Dan dengan informasi se-minimal itu, gue ga bisa menahan diri membayangkan kalo Rayray dan Coach jadi partner, nggak kebayang gimana kacaunya mereka berdua ketika Coach yang punya kecenderungan brutal dibalik pidato "gue pengen anak-anak remaja dibawah asuhan gue jadi orang baik", dipasangin sama Rayray yang resik dan OCD itu. Gue ngebayangin dia mengerut sejadi-jadinya ngeliat Coach membabi-buta padahal sebenernya si Coach juga rada ngeri sama perbuatannya sendiri setelah ngeliat hasil pekerjaannya. Tapi nanti makin kebelakang, Ray jadi bangga gitu sama kerjaannya Coach tapi tetep meringis ngeliatnya.
[SPOILER BELOW]
Yang gemesnya di bagian akhir, Coach ngebantuin Raymond dengan menghabisi orang-orang Rusia yang balas dendam ke Rayray karena sudah ga sengaja bikin anak mafia Rusia jatoh dari lantai atas dan meninggal. So sweet bukan?
Gue suka deh film-film yang ga nunjukkin banyak tapi cukup buat penonton berfantasi secara liar.
Komentar
Posting Komentar