CHARLES RYDER WAS A VILLAIN

Gue masih menantikan saat ketika gue punya kemampuan, niat dan motivasi untuk melanjutkan pembahasan gue tentang Kyle Gallner sekaligus memulai pembahasan gue tentang Jeremy Irons. Sejak kapan gue mulai males nulis di blog? Sejak harddisk gue rusak. Padahal banyak banget yang pengen gue ceritain ke blog ini tapi tertahan oleh diri gue sendiri.

Jeremy Irons belom pernah gue ungkit sekalipun disini tapi dia yang mengisi hari-hari gue sejak bulan September lalu. Menurut peraturan yang gue buat terhadap diri gue sendiri, gue cuma boleh ngambil satu bulan buat ngabisin filmografi satu aktor pilihan gue. Harusnya udah kemaren, ketika gue ketemu Kyle Gallner secara ga sengaja. Kalo ga salah itu bulan Juli. Di bulan Agustusnya, gue ketemu Jeremy. Gelap mata dan memberikan diri gue sendiri kelonggaran, September gue memulai Jeremonth. Mana kebetulan dia lahir di bulan September juga.

Diantara seratus empat puluh tiga filmografi dia, terkandung sekitar tiga puluh persen sebagai pengisi suara, ada satu mini series yang cukup populer berisi sebelas episode di awal karirnya, berjudul Brideshead Revisited (1981).

Berkat aksen posh british yang kayak susu kental manis, ditambah kosa kata bahasa inggris setara dengan tingkat sekolah menengah, bisa dijamin gue cuma paham sedikit dari yang kandungan cerita sebenarnya. Tapi gue ga cukup lugu untuk mengabaikan bahwa Charles Ryder, karakter yang diperankan oleh Jeremy adalah antagonis yang sesungguhnya.

Sebagai konteks, silahkan tonton sendiri atau baca-baca artikel yang gak shitposting kayak yang selalu dan akan gue lakukan ini.

Pertemuan Charles dan sahabat karibnya, Sebastian menuntun Charles kepada kehidupan borjuisnya Sebastian. Gue gatau apakah ada orang diluar sana yang kepribadiannya seperti Charles, yang dia ga banyak omong tapi setiap orang yang bersinggungan sama dia pasti tertarik, selalu terbuka dan menceritakan semuanya ke Charles. Gue juga ngga ngerti apakah itu emang natural buat orang-orang borjuis untuk pamer dan menggosip atau emang Charlesnya terlalu ganteng buat mereka.

Perilaku Charles terhadap Sebastian juga bisa di artikan sebagai dua hal, dia memang tertarik sama Sebastiannya atau kehidupannya Sebastian. Emang sih dia ga jadi kayak orang-orang kaya baru gitu, dia tetep konsisten akan kekalemannya, yang ga banyak bicara tapi banyakan inner monologue sampe akhir. Karena Sebastian di gambarkan seperti orang yang muak sama kehidupan borjuisnya, kurangnya kehadiran seorang ayah, dan nyokap yang ga percaya sama dirinya. Dengan seluruh beban itu dia berteman sama Charles, yang dengan senang hati menjadi sandaran hati buat Sebastian. Charles memahami Sebastian tanpa usaha, menuruti setiap permintaan Sebastian tanpa banyak tanya. Bahkan dengan alkoholisme-nya Sebastian diantara mereka, Charles masih setia di sisi Sebastian.

Tapi di sela-sela semua itu, Charles jadi terlibat dengan setiap orang di dalam keluarga besar Sebastian. Terlibat sebagai pendengar dan dia ngejudge masalah setiap orang yang cerita ke dia dalam inner monologue dia.

Gue sedikit berprasangka, pemeran utama yang ga menderita adalah musuh sesungguhnya. Terbukti ketika gue nonton dua episode terakhir dimana Charles sudah lebih dewasa dari sejak dia ketemu Sebastian. Dia udah berkeluarga. Tapi tunggu, dia ketemu kakaknya Sebastian! Dan kalian tahu apa yang terjadi setelahnya? Karakter Jeremy Peselingkuh yang kedua! Minimal dari episode itu gue mendapatkan sesuatu dari Brideshead Revisited selain kehidupan borjuis bangsawan Inggris.

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.