TOP 10 IRONS MOVIES

Mau sujud dan memohon ampun pada Yang Mulia Jeremy Irons dimana gue udah setahun kelar nontonin ratusan film dia tapi baru sempet bikin ini sekarang. Gue membayangkan gue di hujat sama dia sementara Marlon dengan tengilnya ngegodain Jeremy.

Maafkan parasosialku ini, pembaca.

Bahkan Benwa pun ke skip.

Itu karena film lu langka ya, Ben. Makanya gue ga mampu bikin tulisan lu.

Kategori pertama adalah Top 10 Irons Movies, dan sebelum gue mulai gue mau bilang, filmnya Jeremy ini sangat bervariasi di tiap kategorinya. Beda banget sama Marlon kemarin.

Setelah gue cek kok tulisan gue ga sinkron sama catetan gue yak..

Moving on..

Dimulai dari 10 ya.

Katakan "Halo!" pada Dead Ringers (1988). Kisah tentang kembar gak stabil yang takut terpisah di dunia nyata jadi mereka memisahkan diri mereka untuk bersatu selamanya di akhirat.

Buat yang ga kenal David Cronenberg, sutradara dari Dead Ringers, ciri khas-nya dia adalah body horor. Dia mengeksplor kengerian apapun yang bisa terjadi pada tubuh seseorang. Dead Ringers body horornya memang ga se-ekstrim The Fly  yang duluan rilis tapi dia punya alat-alat obgyn yang ngeliatnya aja bikin cewe-cewe ngilu.

Berikutnya di posisi sembilan ada A Chorus of Disapproval (1989) yang rilis tepat setelah body horor itu terjadi. Filmnya jauh lebih ringan dan masuk sebagai comfort movies gue berkat betapa sederhananya film ini. Bercerita tentang seorang karyawan yang pengen mingle sama orang-orang baru jadi dia gabung sama komunitas teater di lingkungan tempat dia tinggal. Kayaknya setelah film ini (dan beberapa film lainnya) gue jadi peduli sama drama yang terjadi sama komunitas teater.

Siapa yang ga tau The Lion King (1994)? Kalo orang bule pasti familiar banget sama film ini. Gue sebenernya nggak begitu tertarik sama film ini dari segi cerita, tapi gue kasih rating tinggi karena peran Jeremy Irons disini yang akan gue ceritakan di kategori Top 10 Irons Character.

Banyak yang ga setuju gue suka sama film ini. Apalagi film ini gue masukin ke All Time Favorite. Karena di gituin bikin gue mikir...emang sejelek itu ya? Gue nonton biasa aja malah seneng, lucu dan menarik kok dari pertama kali nonton malah.

Memang kalo dibandingkan sama Marvel dan X-Men (generasi Apoy), film ini masih jauh kualitasnya tapi gue tetep suka!


Ini dia The Beekeeper (2024), film pertama dan mungkin film Jeremy terakhir yang bisa gue tonton di bioskop. Gue nonton film ini dua kali, sekali di iMAX sekali di biasa dan yang kedua kalinya itu baru kerasa karena gue kan udah tau ceritanya jadi gue fokus ke mukanya Jeremy aja.

Di posisi ke lima gue punya Lolita (1997) yang selalu gue lupa kalo dia rilis di 97 bukan 92. Film ini memang kontroversial karena mengangkat konsep pedofil dan banyak penonton yang butuh film ini di bikin dari sudut pandangnya Dolores sementara menurut gue, kalo kita liat ceritanya dari sudut pandang Dolores, itu udah gamblang kan. Depresi banget kan. Udah jelas horornya gimana seorang anak gadis yang penuh semangat dan lagi mekar, tiba-tiba di datengin sama professor aneh yang naksir dia dan membunuh ibunya biar bisa sama dia terus.

Tapi kalo dari sudut pandang pedofil....

Gilanya Jeremy Irons terasa effortless banget di film ini. Ini juga jadi salah satu film yang kalo ditanya, film apa dari aktor favorit kamu yang selalu kamu rekomendasiin, ya Loleeta.


Kayaknya satu-satunya alasan The French Lieutenant Woman (1981) ini diatasnya Lolita adalah karena gue udah suka dari pertama kali nonton. Filmnya bagus, ceritanya padet juga karena ngambil dua sisi; sisi akting dan sisi dunia nyata sambil eksplorasi perasaan kedua pemeran utamanya; Meryl Streep dan Jeremy Irons. Perdana dia jadi peselingkuh di film ini nih.

Favorit gue! Makin ke atas makin favorit gue! Being Julia (2005) perpaduan antara akting, aktor, dan cerita itu nikmat sedap. Gue sendiri ga nyangka seorang Annette Bening di pertemukan sama Jeremy Irons. Ceritanya pun punya plot twist sedap dengan karakter Julia yang unik dan sesuai sama cerita dan plot twistnya. Puas banget gue ketika selesai nonton film ini. Tapi setelah di inget-inget, di film ini Jeremy sebenernya ga begitu banyak terlibat.

Nah ini baru kesayangan gue yang ga berenti gue omongin, yang selalu menghantui pikiran gue terutama sejak beli novelnya, yang baru saja mereda karena gue baru selesai rewatch filmnya bulan lalu kurang lebih tapi akan gue kenang selamanya dan gue cintai selamanya karena selain Jeremy Irons yang akan di bahas di tulisan lain, ini salah satu film Bertolucci favorit gue dan gaakan ada deh yang bisa bikin film abu sebagus Bertolucci.

Terakhir dalam urutan pertama ada Die Hard With A Vengeance (1995) yang ga kalah seru dari The French Lieutenant Woman dan bedanya Jeremy jadi villain seksi berkutang biru berambut pirang disini. Matanya pun biru banget? Ga cocok? Tapi justru bagusan dia pirang Nordik daripada terlalu cokelat, kayak yang dia punyain. Lebih.. lembut aja gitu ngeliat dia pakai warna pucat. Dan dia juga cerdas dan tenang, sampe si McClane aja tahu celah dari rencana Simon gara-gara denger celetukan anak-anak. Kalo ga ketemu mereka, mana bisa McClane memecahkan rencana Simon?

Jadi itu dia TOP 10 IRONS MOVIES yang udah lama banget nganggur. Nantikan TOP 10 IRONS lainnya dalam tempo yang belum di tentukan.

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.