Beberapa hari lalu gue ada mutual baru di Twitter. Seorang penggemar Jeremy Irons juga yang gue rasa lebih tua dari gue dan biasa nge-tweet pakai bahasa Inggris. Gue sempet was-was dia native atau bukan karena dia ada interaksi sama tweet bahasa Indonesia gue tentang Jeremy.
Kita nggak pernah saling komentar selain dia yang like atau retweet sendiri. Tapi kemaren gue nemu tweet dia yang mengatakan kalau dia pengen nonton semua film Jeremy tapi dia ga mau di hancurin sama peran-peran dia. Maka gue sarankanlah Alex Parish dari film kesayangan gue; Stealing Beauty. Nah disitu gue mikir, apa film yang perlu di dahulukan (kalau ga mau nonton ngurut dari yang paling awal).
Stealing Beauty! ga deng bercanda. Kita mulai dari yang semua orang tau dan itu bukan The Lion King.
Dead Ringers (1988)
David Cronenberg udah duluan terkenal sejak film The Fly yang rilis dua tahun sebelum Dead Ringers, Jeremy sendiri baru terkenal karena film ini dan karena peran ganda yang dia mainkan dengan sangat apik yang bahkan salah satu aktor favorit sekaligus aktor terbaik yang pernah gue nggak akan bisa ngikutin.
Jeremy berperan sebagai kembar-ginekologis-gak-stabil yang berakhir tragis di akhir film. Kalo nonton ini di saranin ga usah pusing-pusing ngikutin mana Beverly (yang titik energinya di leher) dan Elliot (yang titik energinya di taro di jidat), mereka itu satu guys!
Trik peletakkan energi itu cuma berhasil di awal-awal. Makin plotnya downhill, kalian bakal susah bedain mana Bev mana Elly. Jeremy emang se-gila itu.
Damage (1992)
Kalo mau liat Jeremy berperan sebagai diplomat/perdana menteri bergelar doktor melakukan hal paling goblok kayak hewan,
Damage lah jawabannya.
Duo maut horni ketemu horni ini membuat seseorang kehilangan nyawanya cuma karena mereka ga bisa nahan kemaluan mereka buat saling terhubung satu sama lain.
Lho, emangnya kenapa? Apa yang bikin Jeremy sebagai Dr. Stephen Fleming ini sangat bejat?
Sejak awal karirnya, Jeremy selalu memainkan peran pria peselingkuh. Semua itu masih dalam taraf normal. Kecuali Fleming. Fleming selingkuh sama calon istri anaknya. Hehe.
Stealing Beauty (1996)
Anomali satu ini gak boleh di lewatkan. Dari sekian peran yang Jeremy ambil, cuma Alex Parrish yang paling baik terhadap wanita. Ditambah kondisi fisiknya yang lemah mencegahnya dari melakukan hal buruk terhadap wanita.
Waktu pertama nonton, gue masih fokus ke kondisi lemahnya Alex Parrish aja sama kek mana film ini mirip Mamma Mia! tapi buatan Bertolucci (gokil gue udah nyebut ini berapa kali). Rewatch pertama, rewatch kedua makin pahamlah gue sama dinamika Alex dan Lucy sampe gue punya tag sendiri di Letterboxd; Alex and Lucy coded buat film dengan karakter yang dinamikanya mirip sama mereka.
Lolita (1997)
Gue paham kalo kalian benci sama film ini, benci gimana Humbert memperlakukan Lolita dan kita sepakat kalo Humbert ini brengsek...tapi boleh kan gue ngomongin Jeremy Irons memerankan Humbert?
Horor sesungguhnya adalah ketika gue sadar kalau Humbert adalah peran pria romantisnya dia. Semua film dia kalo di tonton, nggak ada punya adegan yang nunjukkin kalo dia jatuh cinta sama seseorang. Bahkan di M. Butterfly yang harusnya dia mencintai seorang pria yang pura-pura jadi wanita, dia nggak se-cinta itu ekspresinya.
Merinding kalian kalo bisa nangkep gimana "cinta"nya dia sama Dolores.
Oke kalau di pikir-pikir, lama-lama gak kayak cinta, lebih kayak nafsu tapi gue masih tetep yakin kalo Humbert adalah peran Jeremy paling bucin.
Tapi caranya dan subjeknya salah.
Jadi itu empat film yang harus di tonton untuk mengetahui range aktingnya Jeremy Irons. Semoga pembaca bisa makin penasaran sama film-filmnya Jeremy dan minimal nonton empat film aja gue rasa udah cukup kok. Tapi...emang bisa cuma nonton empat?
Komentar
Posting Komentar