FAVORITE MOMENTS IN KIMETSU NO YAIBA (so far)

Semalam gue baru selesai menonton Demon Slayer: Desa Penempa Pedang. Episode terakhirnya segar banget, durasi lima puluh menit sama sekali nggak berasa. Apalagi gue baru nonton film yang lumayan seru, harusnya gue lelah kan? Tapi emang film bagus nggak akan bikin capek sih ya.

Berhubung setelah ini tinggal Hashira Training, pasti ada banyak flashback dan screentime bersama para Hashira yang belum kebagian lampu sorot. Kalo di komik sih nggak. Malah menurut gue singkat banget Arc Hashira Training ini karena tiba-tiba Tuan Besar Ubuyashiki Kagaya memulai adegan dewasa (meninggal).

Ini sebenernya biasa aja sih, cuman mengingat di KNY karakter wanitanya amat minim sekali dan Shinobu terlalu cool buat gue, maka melihat Mitsuri yang gemas nan imut nan bayi ini gue langsung meleleh. Apalagi waktu Tanjiro berusaha nutupin susunya Mitsuri yang hampir tumpah. Ngedenger suaranya setelah tahu menu makan malam dari Tanjiro bikin hati ini ringan juga di tengah-tengah gempuran emosional dari masa lalu tiap-tiap karakternya.

Gue punya kekaguman ini terhadap Muichiro dan Zenitsu. Kuda-kuda mereka itu lho! Dan kalau Muichiro itu setiap lagi tarung, matanya dingin. Lembut tapi dingin. Disini khususnya, adegan ketika Mui tanding hashira melawan Sanemi dan Obanai. Adegan singkat itu bikin gue pengen nonton lebih banyak lagi dari tanding mereka. BTW, Nemi sama Obanai bully banget ya sama Tanjiro. Gemes banget minta di unyek-unyek. Sayang banget ga pernah liat pairing Uzui dan Rengoku seperti mereka. Hh...

Uzui memang ga sampe dipanggil abang sama Trio Kamaboko. Mungkin mereka masih trauma, takut kehilangan Uzui lagi, masih attached sama Abang Rengoku. Mereka berdua memang Abang Material tapi Uzui ini abang yang nyebelin! Pola pikirnya aneh (tapi mungkin itu karena efek trauma) (semuanya kena trauma sih disini), pokoknya murni nyebelin. Banyak omong. Bener-bener bertolak belakang sama Rengoku. Tapi minimal menyenangkan lah mengingat adegan diatas datang setelah akhir pahit dari Rengoku.


Bonus: Uzui melawan Tanjiro. Uzui mode pensiun dan penyandang disabilitas ini jauh lebih seksi daripada ketika tubuhnya masih lengkap. Minus-nya tetep suara gorila nyaring nyebelinnya ntu. Iyuh. Sebelas duabelas sama suaranya Zenzen.

Trio Kamaboko vs Daki jadi salah satu APIK MOMEN yang gue suka. Waktu di kereta Mugen kan yang maju bareng Inosuke dan Tanjiro, berikutnya di Gyutaro dan Daki, Zenitsu bergabung. Ngeliat mereka bertiga bertarung melawan satu lawan yang sama tuh wah banget. Emang selalu seru deh ngeliat kolaborasi. I Like It.

Di awal-awal, yang teknik pernapasannya nampak keren cuma Zenitsu. Pertama kalinya Kaminari no Kokyu muncul adalah di Tsuzumi Mansion melawan Iblis Lidah. Iya memang dia nyebelin banget, suara cemprengnya dan kebiasaannya histeris sebenernya bikin jenuh dan pekak telinga...tapi makin kemari gue menemukan diri gue mirip dan paham sama Zenitsu. Dia yang paling logis setiap kali dia muncul. Dan meskipun dia cuma bisa satu bentuk dari pernapasannya, dia beruntung karena yang paling penting memang si bentuk pertama itu.

Selain karakternya, gue suka banget tiap kali dia mau muncul menggunakan Kaminari Kokyu itu, selalu ada musik elektronik yang jadi khasnya dia. Gue tadi sempet bingung mau bilang musik apa tapi begitu sadar tekniknya Zenitsu ini listrik, ya musik apa lagi yang cocok buat dia selain musik EDM?

Hinokamikagura: Nichiun no Ryu Kaburimai yang muncul ketika melawan belahan dirinya Hantengu yang membentuk naga itu bukan cuma keren tapi juga nunjukkin betapa jauhnya perkembangan Tanjiro yang dulunya koplak sekarang udah bisa bikin naga coooooyyyyyyyy. Rengoku pasti bangga banget ngeliatin lu dari surga sana. Dan juga keluarga Kamado sekalian. Sebagai saksi dari perjuangan Tanjiro, gue juga ikut bangga banget ngeliat Tanjiro yang sekarang. Terima kasih sudah berjuang keras, Tanjiro!


Di arc Gunung Natagumo ketika Tanjiro terpojok melawan Rui lalu tiba-tiba layar gelap dan lagu Kamado Tanjiro No Uta terputar, gue merinding seluruh badan. Aduuh itu adegan panjang yang nikmat banget! Mana ada debut Hinokami Kagura juga. Bisa-bisanya kita di berkahi oleh dua hal penting itu!


Ini karena Abang Rengoku adalah hashira favorit gue aja nih. Tapi Rengoku ini jadi fondasi kuat kisatsutai kedua setelah Tuan Besar Ubuyashiki Kagaya. Bayangin aja, setelah Tanjiro mendapatkan pelatihan keras agar bisa ikut kisatsutai, trus dia ditemani Nezuko yang masih dibawah umur harus menghadapi iblis yang mukanya ngeri dan baunya busuk bagi Tanjiro yang penciumannya tajam, begitu mereka ketemu Rengoku, itu jangankan mereka, gue aja lega cok. Akhirnya ada orang dewasa. Akhirnya ada yang bisa di jadikan pegangan. Akhirnya ada dukungan moral. Akhirnya ada panutan!

Tentu saja kebahagiaan itu umurnya pendek.

Oyakata-sama, kamulah yang selalu jadi nomor satu di hatiku! Ini gak usah di pertanyakan lagi. Meski dia merendah dengan bilang "eksistensi ku tidak sepenting itu." PADA KENYATAANNYA DIA MEMANG SEPENTING ITU KARENA DIA BERHASIL MEMBERIKAN KEKUATAN DAN DORONGAN MORAL BAGI ANAK-ANAKNYA. AYAH NYA ANAK-ANAK YA PENTING LAH. HIDUP DIA PENTING, MATINYA JUGA PENTING. ITU ANDA, OYAKATA-SAMA!

Nggak ini gue gak lagi agresif karena penyakitnya. Karena dia emang menyentuh bahkan gue yang bukan kisatsutai. Gak tau gimana caranya tapi pas baca setiap dialog dia di komik tuh kayak...aduh ya tuhan, ini sudah diterjemahkan dari Jepang ke Indonesia lho, kok rasanya masih sama? Kenapa kata-kata sesederhana itu bisa seindah dan damai seperti ini?

GOTOUGE AJARI AKU GIMANA CARANYA BISA BIKIN KARAKTER SEPERTI OYAKATA-SAMA😭😭😭😭😭😭😭

(ketika menulis ini gue masih dalam trauma setelah membaca komik no.16. mohon di maklumi.)

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.