MEN I DISCOVERED IN 2025


Selamat menjalankan kehidupan di tahun 2026, kawan-kawan! (atau kalo kata Oyatakata-sama 'Anak-anakku'). Gue sadar selama 2025 gue jarang menulis tentang sosok lelaki yang mengisi kekosongan hidup gue. Ini aja gue coba tracking dari Twitter tapi nggak dapet karena tweetnya mentok di bulan September. Harusnya tahun lalu gue ga banyak ketemu cowok mengingat gue masih fiksasi Jeremy Irons.

Diantara kelima sosok ini saja tiga berupa sosok dua dimensi menunjukkan betapa anehnya tahun ini bagi gue karena kenapa bisa-bisanya gue dipertemukan sama sosok dua dimensi setelah kurang lebih empat tahun ini gue cuma tau Jeremy, Benwa dan Marlon?

Gue mulai kenalin mereka dari yang gue inget pertama gue temuin dulu ya.


Ini namanya Joost Klein, asal Belanda dan multilingual cuma beda setaun dari gue (kayak gue bisa ngegebet dia aja). Cerita gue ketemu dia sebenernya berawal dari seorang penyanyi sekaligus rapper asal Estonia bernama Tommy Cash yang video dia nyanyi lagu ter-aneh yang pernah gue denger dengan koreografi paling aneh yang pernah gue lihat di TikTok judulnya Espresso Macchiato. 

Ini Tommy Cash dan kostum Espresso Macchiato-nya

Bukannya gue mendalami Tommy Cash, gue malah teralihkan sama lagu dia sama Joost yang berjudul United By Music.

Ini waktu Joost dan Tommy menggila di kolaborasi United by Music

Gilanya adalah mereka berdua ini nyambung banget nuansanya, gaya nyanyi/rap-nya, gesrek-gesreknya. Coba deh nonton klip-nya di Youtube. Lagunya singkat, mungkin ga nyampe tiga menit, tapi murni asik-asikan aja.

Kebetulan, single ini ada di album-nya Joost yang baru banget rilis. Gue dengerin lah, apa lagi? Dan dalam sekejap gue diantar ke genre lain yang belum pernah gue kenal sebelumnya dan gue suka banget sama genre itu! Musik terberisik, terenak, terpendek yang pas banget buat otak ADHD gue! Ada kali sebulan gue dengerin album itu bolak-balik di Spotify. Saking melekatnya lagu-lagu Joost, gue sampe terinspirasi bikin karakter cerita berdasarkan lagunya dan dirinya. 

Jangan tanya kabar kisah dia di cerita gue.

Joost ini ganteng, tapi dia terlalu skandinavia. Bangsa aria garis keras. Pirangnya beneran pirang. Yang kalo di kasi matahari dikit langsung merah kayak kepiting rebus. Dan dengan rambut mangkok-mullet-nya gue kadang suka mengasosiasikan dia dengan musuh Gru bernama Vector. Apalagi kadang dia suka pake kacamata yang mirip.


Sosok pria dua dimensi gue diawali sama Sakuragi Hanamichi yang bahkan ga bertahan lama di tahun 2025. 

Gue ga sengaja nonton The First Slam Dunk (2021), salah satu film terbaik yang pernah gue tonton di 2025. Hanamichi menyabet perhatian gue dengan buzzcut merah, badan jangkung dan suara bak gorila-nya dia. 

Dari film itu gue berangkat membaca manga-nya dan itu pun baru seri ke satu jadi gue cuma baru liat Hanamichi ini cuma pengen punya cewek dan kebetulan cewek pertama yang ngajak dia "berteman" di sekolah baru karena badannya jangkung dan si cewek ini ngira Hanamichi atlet basket. Padahal dia berandal.

Gue suka karena dia mengingatkan gue sama Hsu Tai-yu. Rebel yang hatinya kayak helokiti kalo udah ketemu cewek yang tepat. Dan rasanya bebas aja ngeliat Hanamichi yang berani, punya karakter kuat, dan selalu berusaha mendapatkan apa yang dia mau.


Kalau ini namanya Rik Mayall.

Pertemuan gue sama Rik Mayall itu agak kocak.

Sebelumnya gue tanpa sadar telah menonton dia secara acak di Youtube dalam video-video dia di sitkom Inggris berjudul Blackadder (1983-1989). Dimana disitu dia ganteng bukan main.

Kalo ga seluruhnya ganteng, minimal ada sedikit ketampanan dari Lord Flashheart ini.

Ganteng sih ganteng tapi mulutnya ngoceh mulu dan suaranya lantang banget! Sempet kewalahan sih denger dia ngomong tapi karena gue ga sepenuhnya paham sama kata-katanya, dan dia ganteng, jadi lucu-lucu aja bagi gue.

Beberapa bulan kemudian, gue nonton sebuah film berjudul Drop Dead Fred (1991). Dari poster di Letterboxd, karena gue selalu liat posternya dalam ukuran kecil, gue pikir cowok di samping si cewek itu adalah pacarnya si cewek yang nyebelin sampe-sampe si cewek pengen cowoknya ini mati aja. Ternyata yang mirip cuma keinginan untuk si cowok ini hilang. Tapi cowok ini bukan pacarnya, melainkan teman imajinasinya si cewek.

Ini posternya Drop Dead Fred

Pas nonton, gue kok merasa familiar sama Fred... Lah iya! Dia mah Rik Mayall yang pernah gue liat di Youtube! Si ganteng jadi maniak disini! Tapi maniak lucu. Fred ini kekanakan dan bisa apa aja buat menyenangkan Elizabeth.

Nonton deh buat komedi gila ga biasa. Apalagi buat ukuran orang Inggris.


Kayaknya ngomongin dia udah bosen ya? Kenapa gue di pertemukan dengan Kagaya Ubuyashiki di tahun 2025?

Pertama karena film Infinity Castle rilis tahun ini, film itu bikin gue terhempas lagi ke era Demon Slayer yang belum gue seriusin waktu nonton terakhir di Distrik Remang-Remang. Iya. Gue berhenti nonton setelah itu dan tiba-tiba malah nonton Infinity Castle yang dibuka dari akhir Hashira Training Arc

Setelah gue mendalami KNY lagi sampe-sampe beli manga-nya, dimana mental gue masih belum pulih dari si pesakitan berhati lembut Alex Parrish, ketemu pulak manusia bernama Kagaya Ubuyashiki yang bukan cuma pesakitan, dia juga ayah yang mengayomi.

Tamat riwayat Salsa.


Kalo yang ini namanya Caleb Widogast. Gue gatau gimana caranya ketemu Caleb. Kalau ga salah dari Youtube juga. Video The Mighty Nein lewat begitu aja di akun gooning gue. Awalnya cuma nonton satu. Trus muncul keinginan untuk ngikutin serialnya. Udah gue coba tonton satu. Untungnya dia salah satu MC jadi gue langsung di sambut sama wajah tampan dia, tapi gatau kenapa, karena di satu episode itu dikenalin juga karakter lain, gue jadi males ngikutinnya padahal gue mau fokus satu dulu. Pokoknya intinya gue ga bisa mencerna episode pertama dari The Mighty Nein. Jadi gue bertahan sama Caleb Widogast lewat cuplikan-cuplikan screentime dia yang di unggah oleh penggemar The Mighty Nein yang baik hati dan tidak sombong.

Mungkin gue selalu menghindari dari menyatakan ini secara lugas tapi kayaknya gue punya hasrat dimana gue pengen memperbaiki(?) atau mengayomi laki-laki yang tampak lemah dan punya beban mental. Caleb jelas tampak lemah tapi dia dia punya kekuatan api. Kalo gue macem-macem ama dia gue bisa di bakar. Tapi liat deh mata dan ekspresi dia di foto di atas? Coba deh. Apa ga melunak hati gue melihat dia kayak wet dog gitu?

Dengan rambut gondrong, suara berat, aksen Jerman, dan di akhir kalimatnya dia suka sekalian menghela nafas... gitu deh pokoknya! Nonton aja Caleb Widogast di Youtube! Ga peduli gue walau kata orang-orang disana dia kotor dan bau. Cinta gue akan menetralkan keburukan itu.

Jadi, itulah cowok-cowok gue di tahun 2025. Penasaran nggak cowok-cowok apa yang akan gue temui di 2026?

Sehat-sehat panjang umur, Jeremy Irons

Komentar

Yang ini juga bagus, lho.